Cookie [false/7]

Our website uses cookies to improve your experience.

Contact Form

Dark mode Logo

Dark mode Logo

Default Image

timeago

Related Posts

×

News Ticker

ticker[recent/5]
Asmara

Cara Kembali Mesra Dengan Pasangan

Setelah berkeluarga, waktu Anda akan lebih banyak tersita untuk mengurus anak-anak. Mau tidak ingin dan suka tidak senang, kadang pasangan sendiri mesti rela dinomorsekiankan semoga Anda mampu terus menjamin buah hati hidup nyaman hingga mereka remaja.

 waktu Anda akan lebih banyak tersita untuk mengurus anak Cara Kembali Mesra dengan Pasangan

Hal ini tak jarang menciptakan kemesraan Anda dan pasangan lama-usang jadi kedaluwarsa, bahkan hilang begitu saja. Padahal sedari permulaan Anda berdua sudah berjanji untuk tetap saling mencintai hingga akhir hayat. Lantas bila telah begini, mesti bagaimana?

Tidak usah khawatir! Baca di sini solusinya supaya Anda tetap bisa mesra dengan suami dan mempertahankan kobaran api asmara tetap menyala, sepeninggalnya belum dewasa merantau.

Cara Kembali Mesra Dengan Pasangan


Setelah tahun demi tahun hidup bersama, mengembalikan kemesraan mirip dikala pertama kali pacaran memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Rasa kaku dan canggung pasti timbul di permulaan-permulaan Anda mencoba kembali hidup berduaan saja di rumah sepeninggal anak hidup berdikari, entah itu merantau untuk kuliah dan melakukan pekerjaan atau menikah. Apalagi bila Anda dan pasangan telah terlalu lama berjarak karena sibuk mengelola kewajiban rumah tangga masing-masing.

Namun, mengutip Huffington Post, sudah banyak penelitian yang menandakan bahwa kebahagiaan dan keselarasan pasutri justru akan berada di puncaknya sesudah belum dewasa mereka meninggalkan rumah. Berikut banyak sekali seni manajemen yang bisa Anda dan suami lakukan untuk mengembalikan kemesraan yang sempat memudar :

1. Sempatkan waktu untuk ngobrol berdua setiap hari


Yang namanya sudah sekian tahun hidup bersama, Anda mungkin telah sungguh mengenal siapa pasangan Anda mirip bayangan sendiri. Mulai dari rutinitas hariannya, masakan kesukaan, sampai hal-hal yang mendetil seperti apa yang bisa menjadikannya cepat murka atau murung. Begitu juga sebaliknya. Pasangan Anda adalah orang yang paling memahami siapa Anda.

Ini bisa membuat bahan obrolan jadi makin terbatas. Terlebih yang umum Anda berdua bicarakan juga hanya hal-hal repetitif seputar kondisi anak, rumah, uang, dan pekerjaan. Coba ingat-ingat, kapan Anda dan pasangan terakhir kali duduk santai dan ngobrol berdua seperti zaman PDKT dahulu?

Maka dari itu, coba dahulu mulai dari bicarakan hal-hal yang remeh meski memang balasannya kurang penting. Tidak ada salahnya untuk menghabiskan waktu berbincang-bincang yang tidak penting alasannya toh tanggung jawab Anda berdua sebagai orangtua telah jauh berkurang.

Misalnya, Anda bisa iseng buka dialog dengan bertanya “Tahu si artis X ini, nggak, Pah? Masa ya beliau kemaren itu…” atau “Kalau kita punya duit lebih, kamu mau jalan-jalan ke mana?” Bahkan, tidak ada salahnya untuk membahas seks dengan menyelipkan guyonan dan candaan ringan biar tidak canggung. Namun sebisa mungkin, jauh-jauh dari topik seputar anak dan rumah, ya!

Siapa tahu dari dialog ringan mirip ini, Anda berdua mampu kembali mesra dengan suami melalui menyebarkan fikiran, perasaan, mimpi, hingga cemas dan kekecewaan Anda.

2. Tidak apa bermanja-manja lagi dengan pasangan


Banyak yang bilang bahwa jarak itu memisahkan. Jarak di sini maksudnya yakni kedekatan emosional alias ikatan batin antara Anda dan pasangan. Semakin usang menikah, Anda bisa merasa makin “jauh” dengan pasangan sebab terjebak kegiatan rutin masing-masing. Lama-lama ini tidak cuma akan menjauhkan batin, tapi juga fisik Anda.

Untuk menyiasatinya, coba berinisiatif melaksanakan sesuatu yang sederhana tetapi spontan. Misalnya, menggandeng tangan si beliau dan senderkan kepala pada pundaknya saat lagi kalem nonton TV berdua di rumah. Atau, kejutkan dirinya dengan sesekali memberi kecupan di pipi atau pelukan hangat dari belakang.

Meski tampaknya sepele, kontak fisik mirip ini secara tidak langsung memberikan bahwa Anda mengapresiasi dirinya sehingga membuat pasangan merasa dihargai keberadaannya. Ia pun juga akan termotivasi untuk senantiasa berusaha “membalas” memanjakan Anda.

3. Cari inspirasi kencan baru


Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin mulai jenuh dan merasa jenuh menjalani kekerabatan tersebut. Namun, jangan biarkan berlarut-larut. Manfaatkan absennya belum dewasa di rumah untuk kembali mesra dengan pasangan lewat aneka macam acara yang selama ini Anda berdua senangi atau ingin coba tapi tidak pernah kesampaian.

Misalnya, menonton film bareng , makan malam istimewa di kawasan dahulu pertama kali kencan, pergi piknik dengan argumentasi “honeymoon kedua”, olahraga berdua di alam terbuka, serta kegiatan yang lain yang mampu membuat Anda kembali mesra dengan suami.

Pasangan yang mampu menikmati quality time berdua dilaporkan lebih senang dalam waktu yang usang.

4. Lebih menghargai pasangan


Tahunan menikah dan hidup bareng mungkin membuat Anda lupa untuk menghargai pasangan selama ini. Padahal, menghargai pasangan adalah salah satu fondasi untuk suatu relasi yang langgeng.

Mulailah dari hal sederhana, mirip dengan berterima kasih atas semua pengorbanan dan kerja keras yang selama ini telah dilakukannya untuk Anda. Selain itu, menawarkan apresiasi juga mampu dikerjakan dengan menjadi seorang pendengar yang baik ketika beliau sedang curhat pada Anda.

Hal ini tidak hanya akan menciptakan pasangan merasa dihargai, tetapi juga mampu memacu satu sama lain untul mampu melihat hal-hal nyata dari diri masing-masing, sekaligus memotivasi Anda berdua untuk senantiasa berusahan menunjukkan yang terbaik bagi satu sama lain.
Kumecka

I really like fishing in murky waters...

Post a Comment