Berpacaran adalah langkah pertama yang biasanya dilaksanakan banyak pasangan sebelum memasuki jenjang kekerabatan yang lebih serius. Saat pacaran, Anda dan pasangan akan berusaha untuk saling mengenal abjad masing-masing. Namun, sebelum mulai janji berpacaran dengan orang yang gres, ada beberapa pertanyaan yang perlu ditanyakan pada diri Anda sendiri. Berikut ulasannya.
Hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum berpacaran
Berikut beberapa hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum mulai akad berpacaran dengan orang gres, diantaranya :
Setiap orang pasti memiliki tolok ukur tertentu dalam mencari pasangan. Dari mulai kriteria fisik, cara pandang, agama, dan nilai-nilai yang lain.
Nah sebelum mengawali akad berpacaran dengan orang gres ada baiknya untuk menanyakan hal ini pada diri Anda. Masa pendekatan yang sudah Anda jalani tentu cukup untuk melihat sekilas cara pandang dan nilai-nilai yang dianutnya.
Tanyakan pada diri, apakah ia memang orang yang Anda cari selama ini? Pasalnya, menurut Terri Orbuch, penulis buku Finding Love Again: 6 Simple Steps to a New and Happy Relationship, kesamaan nilai-nilai kehidupan dan cara pandang mampu menjadi bekal yang cukup supaya Anda mampu memiliki kekerabatan jangka panjang dan serius dengan si ia.
Sebelum melanjutkan untuk mulai berpacaran, coba tanyakan pada diri Anda apa yang dicicipi setiap kali Anda bersamanya? Apakah Anda merasa tenteram dikala berbincang-bincang dengannya? Apakah Anda tenteram menjadi diri Anda sendiri di hadapannya?
Menyadari perasaan yang Anda miliki dikala bersamanya menjadi hal penting yang perlu Anda cari tahu. Pasalnya, korelasi yang sehat adalah relasi yang mampu memberi kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Dengan begitu, Anda dan pasangan mampu saling mendukung untuk menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Jika Anda dan kandidat pasangan telah menjalani kurun pendekatan sebelum berpacaran maka biasanya Anda mulai mampu menyaksikan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal ini ditunjukkan lewat perilakunya sehari-hari baik terhadap Anda, orang lain, sahabat maupun keluarganya.
Kelebihan yang dimiliki pasangan hampir tidak pernah dipermasalahkan. Namun, yang perlu Anda perhatikan yaitu kelemahan yang ada pada dirinya. Apakah ia mudah murka, terlalu baik, terlalu banyabicara, dan lain sebagainya.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda mampu bekerjasama dengan orang mirip itu? Jika iya, maka Anda bisa melanjutkannya ke hubungan pacaran yang lebih serius.
Akan namun jikalau ternyata tidak dan Anda masih ragu-ragu, ada baiknya untuk tidak terlalu terburu-buru untuk segera meresmikan relasi pacaran Anda berdua.
Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan paling penting yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum mengawali hubungan dengan orang baru. Apakah Anda telah sungguh-sungguh move on dari mantan kekasih sebelumnya?
Pasalnya, jangan hingga Anda menetapkan untuk berpacaran kembali hanya sebab untuk melampiaskan ketidakpuasan, pamer pada mantan, atau bahkan untuk menghilangkan kesedihan balasan putus.
Jangan hingga Anda menjinjing bayang-bayang mantan pada pasangan Anda kelak. Misalnya, Anda sering membandingkan pasangan dengan mantan kekasih atau parahnya membahas keburukan mantan pada pasangan Anda.
Jika Anda melaksanakan hal itu, tandanya Anda belum siap untuk memasuki kekerabatan yang gres. Ingat, jangan korbankan calon pasangan Anda kelak hanya alasannya ingin memenuhi keegoisan Anda semata.
Hal terakhir yang perlu ditanyakan pada diri sendiri yaitu apakah anda betul-betul siap bekerjasama dengan kandidat pasangan Anda ini? Jika siap, tandanya Anda sudah siap untuk menjadikan ia sebagai bab dari orang yang hendak mengenali segala diam-diam, kejelekan, dan hal-hal lain yang mungkin tidak bisa Anda bagi dengan orang lain.
Selain itu, Anda juga berarti sudah mesti siap untuk mendapatkan segala hal baik maupun jelek yang ada pada pasangan Anda kelak. Anda juga perlu siap untuk aneka macam kesedihan dan kebahagiaan yang mau mewarnai perjalanan cinta Anda.
Ingat, mulailah hubungan hanya jika Anda siap, bukan alasannya adalah ingin. Karena ingin saja tidak cukup untuk menjamin kebahagiaan Anda dan pasangan kelak.
Hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum berpacaran
Berikut beberapa hal yang perlu ditanyakan pada diri sendiri sebelum mulai akad berpacaran dengan orang gres, diantaranya :
1. Apakah dia sesuai dengan patokan aku?
Setiap orang pasti memiliki tolok ukur tertentu dalam mencari pasangan. Dari mulai kriteria fisik, cara pandang, agama, dan nilai-nilai yang lain.
Nah sebelum mengawali akad berpacaran dengan orang gres ada baiknya untuk menanyakan hal ini pada diri Anda. Masa pendekatan yang sudah Anda jalani tentu cukup untuk melihat sekilas cara pandang dan nilai-nilai yang dianutnya.
Tanyakan pada diri, apakah ia memang orang yang Anda cari selama ini? Pasalnya, menurut Terri Orbuch, penulis buku Finding Love Again: 6 Simple Steps to a New and Happy Relationship, kesamaan nilai-nilai kehidupan dan cara pandang mampu menjadi bekal yang cukup supaya Anda mampu memiliki kekerabatan jangka panjang dan serius dengan si ia.
2. Bagaimana perasaan aku dikala bersamanya?
Sebelum melanjutkan untuk mulai berpacaran, coba tanyakan pada diri Anda apa yang dicicipi setiap kali Anda bersamanya? Apakah Anda merasa tenteram dikala berbincang-bincang dengannya? Apakah Anda tenteram menjadi diri Anda sendiri di hadapannya?
Menyadari perasaan yang Anda miliki dikala bersamanya menjadi hal penting yang perlu Anda cari tahu. Pasalnya, korelasi yang sehat adalah relasi yang mampu memberi kebahagiaan bagi kedua belah pihak. Dengan begitu, Anda dan pasangan mampu saling mendukung untuk menjadi orang yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
3. Apakah saya mampu mendapatkan kelebihan dan kekurangannya?
Jika Anda dan kandidat pasangan telah menjalani kurun pendekatan sebelum berpacaran maka biasanya Anda mulai mampu menyaksikan berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal ini ditunjukkan lewat perilakunya sehari-hari baik terhadap Anda, orang lain, sahabat maupun keluarganya.
Kelebihan yang dimiliki pasangan hampir tidak pernah dipermasalahkan. Namun, yang perlu Anda perhatikan yaitu kelemahan yang ada pada dirinya. Apakah ia mudah murka, terlalu baik, terlalu banyabicara, dan lain sebagainya.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda mampu bekerjasama dengan orang mirip itu? Jika iya, maka Anda bisa melanjutkannya ke hubungan pacaran yang lebih serius.
Akan namun jikalau ternyata tidak dan Anda masih ragu-ragu, ada baiknya untuk tidak terlalu terburu-buru untuk segera meresmikan relasi pacaran Anda berdua.
4. Apakah aku sudah sungguh-sungguh move on dari mantan?
Pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan paling penting yang perlu Anda tanyakan pada diri sendiri sebelum mengawali hubungan dengan orang baru. Apakah Anda telah sungguh-sungguh move on dari mantan kekasih sebelumnya?
Pasalnya, jangan hingga Anda menetapkan untuk berpacaran kembali hanya sebab untuk melampiaskan ketidakpuasan, pamer pada mantan, atau bahkan untuk menghilangkan kesedihan balasan putus.
Jangan hingga Anda menjinjing bayang-bayang mantan pada pasangan Anda kelak. Misalnya, Anda sering membandingkan pasangan dengan mantan kekasih atau parahnya membahas keburukan mantan pada pasangan Anda.
Jika Anda melaksanakan hal itu, tandanya Anda belum siap untuk memasuki kekerabatan yang gres. Ingat, jangan korbankan calon pasangan Anda kelak hanya alasannya ingin memenuhi keegoisan Anda semata.
5. Apakah saya betul-betul siap berhubungan dengannya?
Hal terakhir yang perlu ditanyakan pada diri sendiri yaitu apakah anda betul-betul siap bekerjasama dengan kandidat pasangan Anda ini? Jika siap, tandanya Anda sudah siap untuk menjadikan ia sebagai bab dari orang yang hendak mengenali segala diam-diam, kejelekan, dan hal-hal lain yang mungkin tidak bisa Anda bagi dengan orang lain.
Selain itu, Anda juga berarti sudah mesti siap untuk mendapatkan segala hal baik maupun jelek yang ada pada pasangan Anda kelak. Anda juga perlu siap untuk aneka macam kesedihan dan kebahagiaan yang mau mewarnai perjalanan cinta Anda.
Ingat, mulailah hubungan hanya jika Anda siap, bukan alasannya adalah ingin. Karena ingin saja tidak cukup untuk menjamin kebahagiaan Anda dan pasangan kelak.
Tags
Asmara

